Kamis, 15 Maret 2012

Pemkot Segera Atasi Listrik Wilayah Pesisir


BONTANG– Guna mewujudkan 6 program prioritas, Pemerintah Kota Bontang akan segera bekerja sama dengan PLN guna melaksanakan program lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN) untuk daerah pesisir dan daerah yang jangkauannya jauh dari jangkauan transmisi listrik PLN. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang H Adi Darma saat mengunjungi daerah Selangan Kelurahan Bontang Lestari Jumat (13/1) pekan lalu bersama Wawali H Isro Umarghani.
Dikatakan Wali Kota Bontang bahwa program lampu SEHEN ini akan segera dilaksanakan terutama untuk didaerah pesisir dan daerah yang belum masuk jaringan listrik dari PLN. Dan salah satu keunggulan dari program lampu SEHEN ini adalah lebih praktis dan lebih murah bila dibanding kalau menggunakan lampu petromax.
Dijelaskan pula oleh wali kota bahwa peran yang akan dilakukan Pemkot Bontang adalah dengan memberikan subsidi awal sebesar Rp250 ribu kepada setiap rumah yang mendapatkan program lampu SEHEN dan pihak PLN akan melakukan perawatan jika terjadi kerusakan pada lampu tersebut.
“Keuntungannya untuk masyarakat daerah pesisir adalah dengan lampu SEHEN ini warga hanya bayar Rp32 ribu per bulan. Kalau dibandingkan dengan menggunakan petromax, warga harus mengeluarkan dana sekitar Rp90 ribu per bulan untuk membeli minyak tanah,” kata H Adi Darma.


Selain pelanggan yang diuntungkan, lanjut wali kota, bank juga diuntungkan karena penggunaan lampu SEHEN itu ditransaksikan via bank karena cara warga pesisir berlangganan lampu SEHEN dengan membayar Rp250 ribu ke bank yang akan dibayarkan oleh Pemkot Bontang untuk tahap awalnya sebagai deposit dan dipotong Rp32 ribu per bulan selanjutnya tugas warga adalah membayar atau mengisi tabungan tersebut.
“Saya berharap dengan adanya program lampu SEHEN ini masyarakat didaerah pesisir akan terbantu penerangannya dan kedepannya Pemkot Bontang juga berencana membantu daerah pesisir dengan memberikan satu set televisi berbasis tenaga surya yang akan diletakan di balai pertemuan,” harap Adi Darma.
Sementara itu, secara teknis Wawali Bontang H Isro Umarghani menjelaskan bahwa setiap rumah akan mendapatkan 1 perangkat lampu SEHEN yang mana dalam satu perangkat terdiri dari 1 solarcell dan 3 lampu yang bisa dibawa keman saja.
“Lampu SEHEN dilengkapi remote control sebagi pengatur tingkat keterangan cahaya lampu dan selain itu juga jika warga ingin melakukan pertemuan atau kumpul warga maka setiap warga bisa membawa 1 lampu ketempat pertemuan,” jelas H Isro Umarghani. (hms9)

2012, Pemkot Rencana Bentuk KPP dan BPB

SEKKOT Bontang H Asmudin Hamzah belum lama ini mengungkapkan bahwa Tahun 2012 ini Pemkot Bontang berencana akan membentuk Kantor Pelayanan Pengadaan (KPP). Dan jika hal ini benar-benar terlaksana maka Kota Bontang dipastikan menjadi satu-satunya kota di tanah air yang memiliki KPP.
Rencana pembentukan KPP ini lanjut Asmudin didasari atas kajian dan melihat urgen kebutuhannya. Selain itu, rencana pembentukan KPP ini tidak bertentangan karena telah diatur dalam undang-undang. “Rencana pembentukan Kantor Pelayanan Pengadaan ini ada undang-undangnya dan dalam waktu dekat Pemkot Bontang terlebih dahulu akan meminta fatwa Mendagri,” kata Asmudin.
Selain pembentukan KPP, dalam waktu dekat Pemkot Bontang juga lanjut Asmudin akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan meningkatkan status Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo-PP) menjadi Badan. “Kita juga akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana serta meningkatkan status Satpol-PP yang saat ini dipimpin eselon III menjadi eselon II,” terang Asmudin. (hms1)

Bontang akan Bentuk PT Bontang Migas dan Energi

Mengikuti Penyampaian Nota Penjelasan Raperda Kota Bontang
Bontang akan Bentuk PT Bontang Migas dan Energi

Terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan PT Bontang Migas dan Energi, Menurut Wali Kota Bontang H Adi Darma, ketersediaan pasokan gas alam terbesar di Indonesia yang didapatkan dari berbagai tempat di Kalimantan di pusatkan di Kota Bontang. Namun menjadi ironi sebab sampai saat ini belum dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Bontang dan Kalimantan Timur pada umumnya.

==================================

OLEH karenanya, harapan masyarakat untuk dapat menikmati gas alam secara langsung diharapkan dapat segera terwujud setelah terbitnya program city gas yang di gulirkan oleh Pemerintah Pusat melalui Dirjen Migas.

”Program ini nantinya akan memilki dampak besar bagi masyarakat Kota Bontang, terutama pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan hasil yang diharapkan seperti mengurangi kebutuhan dan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak bersubsidi sehingga akan mendukung pemerintah pusat mengurangi beban subsidi APBN. Biaya konsumsi bahan bakar yang murah sehingga akan berpengaruh kepada turunnya harga kebutuhan pokok, meningkatkan pendapatan masyarakat daerah karena meningkatnya kemampuan masyarakat untuk membeli, serta mengurangi polusi dan emisi buang sehingga menciptakan kota yang berwawasan ramah lingkungan (Green-Energy-City),” ujar wali kota.


Lebih lanjut dikatakan wali kota bahwa setelah diresmikannya pemanfaatan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga Tahun 2010 oleh Kementrian ESDM dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Alokasi Pasokan Gas Bumi untuk rumah Tangga Tahun 2011 yang dibiayai oleh dana APBN untuk 2 kelurahan yaitu Kelurahan Api-Api dan Kelurahan Gunung Elai, serta sudah mulai masuknya jaringan pipa gas ke rumah-rumah di 2 kelurahan tersebut, maka tahapan selanjutnya adalah realisasi gas.

Namun kata wali kota, realisasi gas ini memiliki kendala, anatar lain belum tersedianya badan atau lembaga yang akan melaksanakan kegiatan yang terkait program city gas ini antara lain pengoperasian dan pemeliharaan jaringan pipa gas kota, pengoperasian dan pemeliharaan Gas Metering-Regulating-Station (MRS), penyambungan dan pemutusan jaringan gas kepada pelanggan, pencatatan dan penagihan penggunaan gas, penanganan keluhan pelanggan, penanganan storing (gangguan) jaringan gas, penanganan emergency (kegawat daruratan) jaringan gas,”ungkapnya.
Berdasar latar belakang tersebut, maka Pemerintah Daerah kata wali kota mengajukan Raperda tentang Pembentukan PT Bontang Migas dan Energi, dimana lembaga inilah nanti yang akan mengelola dan menjalankan program city gas di Kota Bontang.
”Selain melaksanakan program tersebut, pembentukan lembaga perseroan ini, juga diarahkan dapat melaksanakan kegiatan usaha lain yang berkaitan dengan migas dan energi,”tandasnya. (hms4-bersambung)

 
Design by Radio Praja FM Bontang | Bloggerized by Praja FM | Bontang